Leave your Coment

Sabtu, 12 Desember 2009

Kue Kering dari Ampas Tahu

1 komentar

Teknik Pembuatan Tepung Ampas Tahu

Alat :

v Kain

v Loyang

v Oven

v Blender

v Penyaring

Bahan : Ampas tahu yang masih fresh

Cara Kerja :

1. Ampas tahu yang digunakan adalah ampas tahu yang masih fresh dan belum dingin karena jika sudah dingin maka ada kemungkinan sudah tumbuh mikroba.

2. Ampas tahu diperas menggunakan kain untuk membuang airnya.

3. Ampas tahu yang telah diperas, dimasukkan ke dalam loyang.

4. Panggang selama 4-5 jam.

5. Blender ampas tahu agar menjadi butiran yang halus.

6. Saring dengan menggunakan ayakan kue dan beri alas dibawah berupa penampan.


Teknik dan Proses Pembuatan Kue Ampas Tahu

Alat :

v Baskom

v Loyang

v Kuas

v Sendok

v Mangkuk

v Timbangan

v Oven

Bahan :

· 500 gr tepung ampas tahu berprotein tinggi.

· 10 gr ragi instant.

· 2 gr bread improver (jika suka).

· 100 gr gula pasir.

· 15 gr susu bubuk.

· 100 gr telur (2 butir).

· 100 gr air es.

· 75 gr mentega tawar/margarin

· 6 gr garam

Cara kerja :

1. Lapisi baskom untuk fermentasi dan loyang dengan margarin kemudian sisihkan.

2. Siapkan semua bahan kering (kecuali garam), aduk rata. Tambahkan telur, susu dan air es. Aduk sampai menjadi adonan.

3. Lalalu tambahkan mentega dan garam, sedikit demi sedikit.

4. Terus campur hingga kalis (± 15-20 menit). Setelah adonan kalis, bulatkan dan letakkan dalam baskom beroleskan mentega. Balik adonan, hingga permukaan berlapis mentega berada di atas. Tutup dengan plastik lengket/lap lembab. Biarkan hingga adonan mengembang (± 30 menit).

5. Jika adonan sudah cukup mengembang, kempiskan adonan dengan cara ditinju. Bagi dan timbang adonan ± 40 gr (sesuai selera). Bulatkan, tutup dan sisihkan selama 10 menit agar adonan mudah digilas dan dibentuk.

6. Isi dan bentuk adonan sesuai selera, pindahkan adonan yang telah diisi dan dibentuk ke atas loyang. Sisihkan sampai adonan mengembang lagi (± 75 menit).

7. Panaskan oven pada sushu 170˚C. Lapisi permukaan kue dengan kuning telur. Panggang hingga permukaan roti coklat keemasan.

Selasa, 24 November 2009

BUNDA DALAM JIWAKU

0 komentar
Ku jelang waktu masa lalu
Membuka kenangan yang bersimpuh pilu
Sudah usang ia bercerita
Nampakkan sosok kecil tak berdosa

Aku pun mulai terngiang
Betapa indah kasih saying
Banyak orang berkata
“dialah ibu yang selalu menjaga”

Aku dengarkan mereka bercerita
Dahulu ketika kecil aku bertambah usia
Ketika pagi, siang dan malam
Aku terus merengek manja

Dalam lelapku bernyanyi
Mengalir lembut dari bibirnya suci
Ketika tangisku menyela tidurnya
Ketika malam aku bangunkan mimpinya

Saat aku terjatuh dan menangis
Susah payah ia hentikan air mata aku
Mendekapku mencium keningku
Semua ia berikan agar aku tersenyum

Semakin bertambah umurku
Semakin aku tak pernah menghiraukan
Membiarkan ia menangis
Dan malu bila dia didekatku

Wahai Bunda . . .
Cinta, kasih dan sayangmu
Kan tetap terukir dalam jiwaku

Karya: Novi A.

SYAIR JERITAN HOTEL AMBACANG

0 komentar
Mereka masih bergerak
Tak satupun yang terhentak
Mereka masih bertindak
Hampir fajar menghilangkan watak

Ini kisah bocah Minang
Suatu besar telah dating
Bangunan mewah pun tergoyang
Menghancurkan suasana tenang

Kebingungan tiada terkira
Mata angin lenyap bicara
Bersuara sedikit kata
Menimpa mereka jua

Terhimpit reruntuhan
Terjepit seorang perempuan
Menjerit Perlahan
Hingga mentari tertutup awan

Dulu kau hotel mewah
Kini kau bagai sampah
Rata oleh tanah
Penuh darah maupun nanah

Semua duka untuk negeri
Tak satupun yang dapar menghindari
Terketuk hati luar negeri
Selamatkan putera puteri

Takbir mereka kumandangkan
Berharap sejuta harapan
Menyesali dosa yang terlupakan
Sungguh, luar biasa takdir TUHAN

Karya: M. Fahrul A.Y.

Rabu, 04 November 2009

Hayalan Seindah Mutiara

0 komentar

Segontai kata seindah mutiara

Berkilau bermakna melambungkan kata

Indahkan namanya

Tersakiti oleh sifatnya


Terluka jantung karena ucapannya

Insan permataku hilang

Pergi entah kemana

Ingin rasa hati berjumpa


Tapi itu hanya hayalan semata

Itu hanya angan-angan tak bermakna

Ku harus bisa melupakannya


Karya: I.P.

Cinta Mati di Telinga

0 komentar

Secarik kertas di tanganmu

Setitik tinta ku tulis di hatimu

Lantunan langkah yang menemanimu

Denyutan nadi yang membuat hidupmu


Alunan lagu ku dengar di telinga

Membuat aku kembali mengingatnya

Desiran angin lalu yang buatku mengenalnya

Dan gersahan daun yang membuatku jauh darinya


Mengapa suara itu tak ku dengar lagi???

Mungkin dia telah mati???

Atau tak ingin kembali

Begitu kejam kehidupan ini

Apa aku mampu melewati semua ini???


Rintangan demi rintangan ku jalani

Demi dapatkan cinta sejati

Tapi cinta mudah pergi

Dan juga mudah kembali


Karya: I.P.

Minggu, 11 Oktober 2009

Tutorial Chemistry lab

0 komentar

1.Klik Chemistry.








2. Pilih alat kimia yang akan digunakan.








3. Drag alat yang sudah dipilih ke work place









4. Isi dengan 2 zat/unsur kimia yang berbeda

dan otomatis akan muncul hasil dari percobaan.








5. Klik diary untuk menyimpan hasil percobaan

dalam bentuk laporan.








6. Setelah itu, akan muncul kolom diary.








7. Tulis tujuan, alat/bahan dan kesimpulan

pada kolom diary.








8. Setelah itu simpanlah dalam harddisk.

Caranya, klik menu file.








9. Kemudian klik save.








10. Tentukan nama folder dari dokumen

yang akan kamu simpan, dan klik Save.


Kamis, 24 September 2009

Mengeluarkan Zakat Fitrah dalam bentuk Uang

0 komentar
Masih banyak pertanyaan yang masuk ke meja redaksi seputar bolehkah mengeluarkan zakat fitrah dengan uang senilai beras 2,5kg? Bahkan di sebagian masyarakat kita hal itu masih menjadi polemik antara boleh dan tidak.

Ibnu Mundzir dalam ensiklopedia Ijma' mengatakan para ulama konsensus bahwa zakat fitrah sah dengan membayar gandum atau kurma seberat 1 sha' (2,5 kg).

Dalam hadist riwayat Ibnu Umar r.a. Rasulullah s.a.w. memerintahkan zakat fitrah sebanyak 1 shah' kurma atau gandum kepada orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar zakat tersebut dibayarkan sebelum kaum muslimin menjalankan sholat ied. (H.R. Bukhari).

Hadist tersebut diriwayatkan dalam versi lain dengan tambahan "Cukupilah kebutuhan mereka sehingga mereka tidak meminta-minta di hari idul fitri". Tambahan ini diriwayatkan oleh Dar Quthni, Baihaqi, Hakim dan Ibnu Addi. Menurut Ibnu Hajar semua riwayat tersebut lemah.

Dari beberapa hadist tentang zakat fitrah yang ada, para ulama sepakat mengatakan sah hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok seperti gandum atau beras atau bahan makanan lainnya.

Bolehkah mengeluarkan zakt fitrah dalam bentuk mata uang senilai satu sha' bahan makanan?

Terjadi perbedaan pendapat di sini. Imam Malik, Syafi'i dan Ahmad mengatakan zakat fitrah hanya boleh dibayar dalam bentuk bahan makanan pokok masyarakat setempat. Mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk mata uang tidak sah, kecuali dengan mekanisme mewakilkan untuk membeli bahan makanan. Jadi pada saat memberikan uang kepada amil, tujuannya adalah mewakilkam kepada amil untuk membeli bahan makanan lalu disalurkan kepada mustahiq.

Alasan pendapat ini adalah hadist di atas yang menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. memerintahkan mengeluarkan zakat dalam bentuk bahan makanan.

Imam Hanafi berpendapat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai bahan makanan hukumnya sah. Abu Ja'far, salah seorang ulama Hanafi bahkan mengatakan membayar zakat fitrah dalam bentuk mata uang lebih utama daripada dalam bentuk bahan makanan, alasannya karena itu lebih dibutuhkan kaum fakir miskin dalam banyak kasus. Pendapat kedua ini menggunakan dalil riwayat tambahan di atas bahwa tujuan zakat fitrah adalah agar kaum fakir miskin tidak meminta-minta di hari idul fitri, itu dapat diwujudkan dengan membayar zakat dalam bentuk uang juga.

Sebagian ulama mengatakan dalam kondisi sangat dibutuhkan atau darurat, mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang diperbolehkan.
Para ulama yang mendukung pendapat imam Hanafi ini adalah Umar bin Abdul Aziz, Tsauri, Hasan Basri. Ibnu Taimiah dan Ibnu Qayyim dari ulama Hanbali juga mendukung pendapat ini.

Followers

Archive

 

Excellent Education. Copyright 2008 All Rights Reserved New Revolution education theme by M. Fahrul Converted into Blogger Template by mfahrul dot tk